Jarak ini, Sayang, membentang terlalu jauh.
Menciptakan ruang-ruang kosong di rumah hati yang kita tinggali bersama.
Aku kedinginn jadinya, tidakkah kau lihat?
Ada rindu menyeruak setiap detik, mengais-ngais keberadaanmu seperti seorang pesakitan.
Jangan bergerak. Tinggallah lebih lama, biar hanya sapa yang mampir.
Dan menghangatlah. Sesungguhnya aku pulang setiap kau ingat aku dengan hangatmu itu.
Belum pernah sebelumnya saya sekesal ini sama si E.
Dulu-dulu saya sering juga kesal karena hal-hal kecil semacam dia ngga bisa bangun pagi, susah diajakin kencan, males-malesan diajakin kuliah, dan sejenisnya. Standar perilaku laki pada umumnya lah.
Tapi sekarang, ketika semuanya mulai membaik--jauh lebih baik dari sebelumnya, another thing start intervening us.
Dia seperti hanya dimiliki keluarganya. Karena memang benar, dia selamanya adalah milik keluarganya dan tidak akan pernah bisa saya memilikinya secara utuh biarpun saya suatu hari nanti sudah jadi istrinya.
Sudah dua kali--termasuk kemarin--ia tiba-tiba diminta pulang untuk mengantar orang rumahnya. Ketika itu ia sedang bersama saya dan berencana mengantarkan saya ke suatu tempat. Saya kesal. Dan itu pasti kentara sekali di permukaan. Tapi siapa saya ingin protes atau menggugatnya? Saya selamanya hanya orang luar, tidak peduli status apapun yang ia sematkan pada saya.
Keluarganya lebih berhak atas waktu dan hadirnya. Saya tidak.
So what am I gonna do t get rid of this feeling? Stop meeting him for a while? How can I do that? How can he do that? :(
Living Alone, Freedom, and Everything in Between
I always wonder, or used to wonder to be exact, what living
alone feels like. No parents, no boyfriend, no close friends, no roomate, my
own home, a good job, a good thought,
beautiful city, good surroundings, good gadgets... and everything you’ve ever
wanted.
But in the real world, nothing is that perfect. Everything seems evil, cruel, bad...
Living alone isn’t that simple. It’s rather tiring.
Your boss is a pain in the ass, friends are nowhere to be
found, lover is out of the town, paperworks keep pilling up, your home is a
mess, and you’re too tired to fix things up. You are away from the people you
love.
You can call them, tell them how bad your day was, how you
hate your life and want to get back to your initial life no matter how lame it
was, but still, they’re not there. No hugs, no sweet kisses, no pat in the
back, no hands to hold, no shoulder no cry on, there’s not enough face to
see. How could this be? How could this
loneliness and freedom euphoria be so much phony?
If you think that living alone is such a great idea, you’re
right. But unlike love which is (bitter) sweet from near and afar, it’s a
fatamorgana. It’s fantasy.
Friends or Lovers
Friends or lovers? Tough decision.
Kamu ngga tau mana yang lebih kamu cintai lebih dari yang
satunya dan mana yang lebih mencintai kamu. Kamu butuh keduanya tapi ngga bisa
ninggalin salah satu. Karena merekalah yang bikin kamu tetep berdiri di saat
yang satunya bikin kamu jatuh. We keep turning back and forth to them.
Pilih temen, pacar ngga suka. Pilih pacar, temen kecewa.
You love them both. You can’t stand straight without them.
You don’t want to lose any of them.
Karena mereka terlalu berharga. Keduanya melengkapi kita.
Dan saat pilihan ini disodorkan ke depan hidungmu, mana yang
bakal kamu pilih?
Or, should we choose, like John Mayer says, nothing? Karena memilih untuk tidak
memilih pun merupakan sebuah pilihan.
Birthday Wishlist yang Ngga Ngukur Diri
1.
Ricoh GXR Digital Camera
2.
Dee’s Rectoverso
3.
Perahu Kertas original DVD
4.
A pair of Oxford shoes
5.
iPad 4
6.
Murakami’s books
7.
A medium Forever Friends bear
8.
Shiny princess cut ring
9.
Asus Eee PC 1025C
10.
Alain de Botton’s On Love
11.
iPod Touch
12.
Having a great feast of food with E
and close friends
13.
Genuine leather satchel bag from ASOS
14.
Gossip Girl DVD all season
15.
Be proposed (Okay, this is insane. But this is
what comes in mind when I think about something else.)
Resolusi 2013
Saya kira
catetan resolusi 2012 saya hilang. Tadinya ngga jadi bikin evaluasinya, eh ngga
taunya catetannya keselip di folder. So here’s the evaluation:
1. Kurangi
ngomel2 di sosmed.
Ini
ngga bisa dibilang gagal tapi ngga bisa juga dibilang berhasil. Karena sekarang
dengan smartphone ini twitter jadi gampang banget dijangkau. Tapi
ngomel-ngomelnya pun ‘berkelas’, ngga asal bacot. Since I called it ‘kurangin’,
so... check!
2. Kurangi
tweet2 ngga penting. Stop update status di Facebook. Twitter dan Facebook cuma
buat promosi blog, spread ONLY the positive words, and keep in touch with
family and friends.
Facebook
hampir ngga pernah dipake kecuali untuk message-message-an sama temen yang
nge-message duluan, main games, dan login 4shared. Tweet taun ini rata-rata
isinya quote-quote makjleb, apalagi menjelang akhir taun. Jadi check!
3. Punya
deadline nulis.
I
got it in the beginning of the year dan tertatih-tatih memenuhi deadline yang
berimpitan sama deadline tugas kampus. I made it. But in the middle of the 2012
I lost it. Got distracted by writing competitions here and there. So, not
check.
4. Stop
kebiasaan buruk.
Semacam
meper upil di mana aja dan bangun pagi ini gagal.
5. Olahraga
seminggu sekali.
Ini
gagal total juga.
6. Have
a Blackberry.
Check!
7. Nabung
50.000 per bulan, 2000 per hari.
Now,
when I reread this, I don’t understand how I can even write this.
8. Selalu
baca satu buku setiap bulan.
Check!
9. Posting
blog 5-6 kali sebulan.
I
lost my counting. So no.
10. Dapet
keputusan negara buat going abroad.
Check.
I’ll go to US. Tapi setelah dipikir-pikir lagi sepertinya saya menetap di
Indonesia dulu sampe lulus S2.
11. Latihan
toefl satu latihan per hari.
Ini
gagal.
12. Nyelesein
final draft satu buku.
Ini
juga gagal. See, I’m not born to do essay with a certain theme for the
competitons. It only puts me in a jail.
And here’s my
2013 resolutions:
1.
Nyelesein
1 novel.
2.
Nerbitin
antologi cerpen.
3.
Nge-mall
sendirian.
4.
Baca
30-45 buku buat 2013 Indonesian Romance Reading Challenge.
You
can read more here.
5.
Nikmatin
hujan di Bogor sama pacar.
6.
Stop
kebiasaan buruk, semacam meper upil di mana-mana, nyimpen baju yang rapi, dll.
7.
Blogging
tiap hari.
8.
Olahraga
seminggu 2 kali.
9.
Set
a writing routine and stick to it.
10. Naikin berat badan jadi 42 kg.
11. Lebih bersih dan mulus.
Wish me luck!
J
Subscribe to:
Posts (Atom)













